KEDIRI || aksennews.com – Pengusaha alat berat sekaligus pemilik PT Andre Putra Sanjaya, Bapak Sanjaya, akhirnya angkat bicara terkait video hajatan keluarganya yang viral dan memicu kegaduhan di media sosial.
Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya di Dusun Suwalo, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Senin (6/4/2026), Sanjaya menegaskan adanya penggiringan opini melalui potongan video yang tidak utuh.
Sanjaya menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan momen hiburan sekaligus resepsi keluarga besarnya yang berjalan meriah. Namun, unggahan di platform TikTok dan Facebook dinilai telah terdistorsi sehingga memicu persepsi negatif warganet.
Menanggapi kritik atas gaya bicaranya dalam video tersebut, Sanjaya memberikan penjelasan dari sisi personal. Ia menyebut bahwa diksi yang digunakan merupakan refleksi dari latar belakangnya sebagai pekerja lapangan.
“Bahasa seperti itu sudah melekat dalam kehidupan pribadi saya, mengingat lingkungan kerja di lapangan. Sama sekali tidak ada maksud untuk merendahkan siapa pun,” tegas Sanjaya di hadapan awak media.
Terkait insiden pengambilan mikrofon yang menjadi sorotan, ia mengklarifikasi bahwa hal itu dipicu oleh ketidaksesuaian lagu yang diminta oleh sang anak dengan yang diputar oleh operator. Ia mengaku telah menyampaikan permintaan tersebut secara sopan, namun bagian tersebut justru tidak terlihat dalam potongan video yang viral.
Sorotan Karangan Bunga Tokoh Nasional
Selain masalah potongan video, Sanjaya juga mengklarifikasi perihal puluhan karangan bunga yang menghiasi lokasi acara, termasuk yang mencatut nama tokoh nasional seperti Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan bahwa seluruh kiriman yang berjumlah sekitar 38 karangan bunga, adalah asli dari relasi bisnis dan politiknya.
Kedekatan tersebut menurutnya terbangun karena keterlibatannya dalam berbagai agenda undangan resmi pada kegiatan politik sebelumnya.
Imbauan kepada Warganet
Menutup konferensi pers tersebut, Sanjaya mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap informasi di media sosial dan tidak langsung menarik kesimpulan dari konten yang tidak menampilkan durasi lengkap.
“Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang berhembus. Kami hanya berharap publik melihat rekaman secara lengkap agar memperoleh gambaran konteks yang utuh,” pungkas CEO PT Andre Putra Sanjaya yang bergerak dibidang usaha rental melayani segala jenis alat berat dan material bangunan yang dirintis sejak tahun 2007.
Pihak keluarga besar PT Andre Putra Sanjaya berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi dan meredam polemik yang berkembang liar di ruang digital.











