Kediri, (Aksennews.com) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, menggelar kegiatan inovatif “Pekan Kewirausahaan” untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini diikuti oleh 70 siswa siswi kelas unggulan, kelas yang dirancang untuk siswa dengan kemampuan menonjol melalui materi tambahan pada mata pelajaran tertentu.
Acara ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara pihak sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk UMKM, IKM Bela Negara Kabupaten Kediri, dan BAKORDA (Badan Koordinasi Forum Komunikasi Bela Negara) FKBN Kediri Raya.
Pekan Kewirausahaan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada dunia usaha, namun juga memiliki misi yang lebih mendalam, yaitu “Dalam rangka penguatan elemen pendidikan Ki Hajar Dewantara: Cipta, Rasa, dan Karsa untuk membentuk karakter yang utuh dan bermanfaat bagi siswa dan siswi.”
Filosofi ini menekankan pembentukan karakter yang cerdas (Cipta), berempati (Rasa), dan memiliki kemauan keras untuk berkarya (Karsa).
Rangkaian Kegiatan Pelatihan Keterampilan:
Kegiatan intensif selama tiga hari ini fokus pada pelatihan keterampilan praktis yang relevan dengan tren industri kreatif dan ramah lingkungan, dimulai hari ini (4/11).

Pelatihan tersebut mencakup:
- Selasa, 4 November 2025: Pelatihan Pembuatan Aneka Sabun.
- Rabu, 5 November 2025: Batik Ecoprint, sebuah teknik membatik yang memanfaatkan pewarna alami dan ramah lingkungan.
- Kamis, 6 November 2025: Pelatihan Rajutan Tali Plastik, yang mengajarkan kreativitas sekaligus mendorong praktik daur ulang.
Persiapan Generasi Emas 2045
Kepala SMPN 1 Ngadiluwih, Drs. Imam Basori, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bekal nyata bagi masa depan siswa.
“Ilmu yang anak-anak dapat dari pelatihan ini nanti dapat dimanfaatkan secara pribadi di rumah. Kami berharap, ketika mereka dewasa, ini bisa dikembangkan menjadi modal untuk berwirausaha. Kami sedang mempersiapkan Generasi Emas Tahun 2045. 25 tahun lagi, anak-anak inilah yang akan menggantikan kami,” ujar Drs. Imam Basori.
“Oleh karena itu, tolong anak-anak ambil ilmunya, pahami, dan masukkan dalam pikiran. Ilmu apapun yang anak-anak dapatkan, saya yakin akan ada gunanya di kehidupan mendatang.”
Ia juga menyampaikan apresiasi, “Kepada FKBN Kediri yang telah melatih dan membersamai kami dan anak-anak, terima kasih. Semoga ilmu yang disampaikan akan menjadi bekal yang berguna bagi mereka khususnya, dan bagi negara pada umumnya.”
Apresiasi dan Komitmen Mitra Bela Negara
Akhir Kristiono, S.T., S.H., M.H.(c), selaku Kepala Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kediri Raya, mengapresiasi tinggi kepercayaan yang diberikan pihak sekolah.
“Kami mengapresiasi kepercayaan kesekian kalinya dari pihak SMPN 1 Ngadiluwih untuk mengisi materi program kewirausahaan pelajar dalam menatap masa depan yang lebih siap dan mantap,” ujar Kris.
Ia menegaskan peran FKBN Kediri tidak hanya sebatas pelatihan kewirausahaan.
“Sebagai Kader Bela Negara binaan Kementerian Pertahanan RI, FKBN Kediri mempunyai giat sosial tidak hanya di Dunia Pendidikan. Namun juga giat binaan ke UMKM IKM, Pembinaan dan Festival Band Pelajar Bela Negara, Top Model, Pengembangan ragam budaya lewat patung, kesenian bermusik, menggambar, dan ukiran kayu, beserta giat sosial lainnya yang berkarakter cinta tanah air dan bangsa,” tegas Kris yang juga berprofesi sebagai Advokat ini.
Dampak Positif dari Kalangan Siswa
Antusiasme tinggi juga datang dari para peserta. Putri, salah satu siswi dari kelas 7A, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif ganda.
“Seru banget! Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kerja sama dalam kelompok, tapi juga menciptakan ide-ide baru,” kata Putri.
“Saya senang dan bahagia karena mungkin dari kegiatan ini bisa menjadi cita-cita saya di masa depan.”
Ia menambahkan bahwa ia bertekad untuk menjual produk hasil pelatihan ini.
“Kiatnya adalah terus berlatih bersama teman-teman. Harapan kami, dari kegiatan ini, kami bisa ikut mengembangkan produk UMKM lokal agar bisa dikenal hingga di mancanegara,” tutupnya.

Pekan Kewirausahaan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menjembatani dunia pendidikan dengan sektor riil, menghasilkan generasi muda yang berkarakter, inovatif, dan siap menjadi agen perubahan ekonomi di masa depan.











