BG17 AKSENNEWS.COM

Pemkot Kediri Hidupkan Kembali Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman

405
×

Pemkot Kediri Hidupkan Kembali Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman

Share this article
Bambang Priambodo, SH., MM, dalam konferensi pers yang digelar Jum’at (12/12/2025), menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar ajang olahraga jalan kaki biasa. (Foto Bimo)

Kediri (aksennews.com) – Aura heroisme bakal kembali menyelimuti Kota Kediri hingga lereng Gunung Wilis. Setelah 16 tahun vakum, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) membuat gebrakan besar dengan menghidupkan kembali agenda legendaris: Gerak Jalan Napak Tilas Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2009, event kolosal ini dijadwalkan kembali bergulir pada Sabtu Legi, 20 Desember 2025. Ribuan peserta dipastikan akan memadati jalanan, menyusuri jejak langkah sang Panglima Besar dari jantung Kota Kediri hingga ke basis pertahanan gerilya di Bajulan, Kabupaten Nganjuk.

Mengangkat tema “Menapak Jejak Perjuangan, Menjaga Alam Kediri” dan tagline “Melangkah Bersama, Menuju Kota Kediri Mapan”, Pemkot Kediri menetapkan tiga tujuan strategis dalam perhelatan ini:

  • Patriotisme: Menanamkan kembali nilai-nilai luhur kepahlawanan yang mulai luntur di era modern.
  • Edukasi Sejarah: Memperkenalkan sosok Jenderal Soedirman bukan hanya sebagai nama jalan, melainkan simbol ketangguhan mental.
  • Persatuan: Memupuk soliditas pemuda sebagai agen pembangunan nasional.

Tantangan fisik dan mental akan menjadi sajian utama bagi para peserta. Rute yang dipilih merupakan jalur historis yang menghubungkan wilayah perkotaan dengan medan pegunungan yang menanjak.

Start akan dimulai dari Balai Kota Kediri (Jl. Jenderal Basuki Rahmad No. 15) dan berakhir di situs sejarah Pesanggrahan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Dusun Magersari, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Peserta wajib melewati dan mendapatkan stempel validasi di 7 Pos Strategis yang tersebar di sepanjang rute: Start: Balai Kota Kediri – Pos I: Kantor Disbudparpora – Pos II: Karang Nongko – Pos III: Parangjati – Pos IV: Goliman (Mulai memasuki area menanjak) – Pos V: Pal Daplang – Pos VI: Plorotan – Finish: Magersari, Bajulan (Nganjuk).

Setiap pos dirancang tidak hanya sebagai titik check-point, tetapi juga sebagai pengingat etape-etape perjalanan gerilya yang penuh tantangan.

Sebagai bentuk apresiasi atas keringat dan semangat peserta, panitia tidak tanggung-tanggung dalam menyediakan hadiah. Total uang pembinaan senilai Rp114 Juta telah disiapkan dan akan disalurkan secara transparan melalui transfer rekening kepada para pemenang.

Kategori kompetisi meliputi:
* Kelompok/Beregu
* Perorangan Putra/Putri (Usia 16–30 tahun)
* Perorangan Putra/Putri (Usia 31–60 tahun)
* Nominator Kelompok & Perorangan Terbaik

Di garis finish yang terletak di kawasan sejuk Bajulan, pesta rakyat menanti para pejuang napak tilas. Mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, panitia pun siapkan Medali Finisher untuk 1.000 peserta pertama yang menyentuh garis finish. Grand Prize 2 Unit Sepeda Motor yang diundi untuk seluruh peserta. Hiburan musik electone untuk melepas lelah. Puluhan doorprize elektronik dan hadiah menarik lainnya.

Bagi peserta yang tidak masuk dalam 1.000 finisher pertama, panitia memastikan mereka tetap mendapatkan apresiasi berupa e-sertifikat resmi dan kesempatan memenangkan undian grand prize.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priambodo, SH., MM, dalam konferensi pers yang digelar Jum’at (12/12/2025), menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekedar ajang olahraga jalan kaki biasa. Lebih dari itu, ini adalah upaya institusional untuk merawat ingatan kolektif masyarakat tentang beratnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

“Tahun ini kita kembali menggelar napak tilas untuk mengingatkan semangat juang, persatuan, dan kecintaan terhadap alam serta tanah air. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kita atas kegigihan Jenderal Soedirman yang memimpin perang gerilya dalam kondisi sakit parah melawan Agresi Militer Belanda,” ujar Bambang dengan penuh semangat.

Sejak pendaftaran dibuka pada 2 Desember hingga ditutup pada 15 Desember nanti, panitia mencatat lonjakan pendaftar yang luar biasa. Bambang Priambodo mengungkapkan keterkejutannya atas respons publik yang sangat positif.

“Besok, Sabtu Minggu kita buka pendaftaran offline di kantor disbudparpora kota Kediri, antusiasme masyarakat luar biasa. Peserta daftar dari berbagai elemen; pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat umum. Rentang usianya pun variatif, mulai dari remaja 13 tahun hingga lansia tangguh berusia 60 tahun. Bahkan, banyak permintaan agar kuota ditambah karena banyaknya kontingen luar kota yang ingin bergabung,” jelasnya.

Lebih lanjut, komposisi peserta juga sangat beragam, mulai dari kategori perorangan hingga beregu campuran, yang menunjukkan bahwa semangat napak tilas ini milik semua kalangan.

Dukungan penuh juga datang dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kediri. Rony Yusianto, S.Sos, menyatakan optimis bahwa acara ini memiliki potensi besar untuk menjadi agenda sport tourism unggulan Jawa Timur, bersanding dengan event serupa yang sudah mapan.

“Model napak tilas perjuangan seperti ini sangat jarang. Yang terkenal mungkin hanya Mojokerto-Surabaya. Sekarang kita punya Kediri-Bajulan dengan rute yang lebih menantang karena kontur alamnya. Kita berharap ini bisa rutin tiap tahun dan naik kelas menjadi event skala nasional,” pungkas Rony.

Kembalinya Gerak Jalan Napak Tilas ini diharapkan tidak hanya menyehatkan fisik warga Kediri, tetapi juga menyehatkan jiwa nasionalisme yang menjadi pondasi kokoh bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *