BeritaBerita DaerahBG17 AKSENNEWS.COMCooling SystemDitintelkam Polda Bali

Antisipasi Dinamika Politik Sejak Dini, Polda Bali Perkuat Sinergi dengan Parpol, Organisasi Kepemudaan, dan Penyelenggara Pemilu

27
×

Antisipasi Dinamika Politik Sejak Dini, Polda Bali Perkuat Sinergi dengan Parpol, Organisasi Kepemudaan, dan Penyelenggara Pemilu

Share this article

DENPASAR TIMUR, BALI ( Aksennews.com ) —– Meskipun pelaksanaan Pemilu Tahun 2029 masih beberapa tahun lagi, dinamika politik di tengah masyarakat mulai menunjukkan perkembangan yang perlu diantisipasi sejak dini. Meningkatnya aktivitas politik, berkembangnya berbagai isu strategis di ruang publik maupun media sosial, serta pesatnya arus informasi digital menjadi tantangan yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Sebagai langkah preventif/pencegahan, Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Puri Nusa Indah Hotel, Jalan Waribang No. 99, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur (Dentim), Kota Denpasar. Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Kesamaan Persepsi dan Komitmen Bersama Dalam Menyikapi Dinamika Politik guna Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Bali.”

FGD dihadiri oleh perwakilan partai politik (Parpol) tingkat Provinsi Bali, organisasi kader ekstra kampus dan kepemudaan, serta menghadirkan narasumber dari KPU Provinsi Bali dan Bawaslu Provinsi Bali sebagai upaya membangun komunikasi, menyamakan persepsi, dan memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu Tahun 2029.

Direktur Intelkam (Dirintelkam) Polda Bali, Kombes Pol. Andy Ervyn, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa stabilitas sosial-politik (Sospol) merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara aparat keamanan, penyelenggara pemilu, partai politik, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa meskipun tahapan Pemilu Tahun 2029 masih cukup panjang, berbagai dinamika politik sudah mulai dirasakan saat ini sehingga perlu diantisipasi melalui penguatan komunikasi, koordinasi, dan deteksi dini guna mencegah berkembangnya potensi gangguan keamanan.

Selain itu, Dirintelkam juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama meningkatkan pendidikan politik yang sehat, memperkuat literasi digital masyarakat, serta menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, propaganda digital, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk provokasi yang dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat.

Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Bali yang telah membangun ruang komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang politik. Menurutnya, forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi sejak dini dalam menghadapi Pemilu Tahun 2029 serta memperkuat kolaborasi antarinstansi guna mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang demokratis, transparan, dan berintegritas.

“KPU Provinsi Bali siap terus bersinergi dengan Polda Bali dan seluruh stakeholder dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, mengapresiasi langkah Polda Bali yang mempertemukan penyelenggara pemilu, partai politik, dan organisasi kepemudaan dalam satu forum dialog.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun pengawasan partisipatif dan mencegah potensi pelanggaran maupun konflik yang dapat mengganggu stabilitas sosial politik. Bawaslu Provinsi Bali berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama Polda Bali dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta juga menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam menjaga kondusivitas daerah, meningkatkan pendidikan politik kepada masyarakat, serta menjadi cooling system di tengah berkembangnya berbagai isu politik menjelang Pemilu Tahun 2029. Dengan sinergi yang kuat antara Polda Bali, penyelenggara pemilu, partai politik, dan organisasi kepemudaan, diharapkan stabilitas keamanan di Provinsi Bali dapat terus terjaga dan mendukung terwujudnya pesta demokrasi yang aman, damai, jujur, dan berintegritas. (WESA).

Redpel Aksennews Bali-Lombok: JR77

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *