Pondok Pesantren Wali Barokah

Jelang Musda VII, DPD LDII Kota Kediri Gelar Seminar Kesehatan: 500 Santri Disiapkan Jadi Agen Penyelamat Nyawa

181
×

Jelang Musda VII, DPD LDII Kota Kediri Gelar Seminar Kesehatan: 500 Santri Disiapkan Jadi Agen Penyelamat Nyawa

Share this article
DPD LDII Kota Kediri menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk "Basic Life Support" (Foto Bimo)

Kediri, (Aksennews.com) – Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Daerah (Musda) VII yang akan digelar esok hari, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri mengambil langkah progresif dengan membekali ratusan generasi mudanya melalui keterampilan medis darurat.

Bertempat di Gedung Pondok Pesantren Wali Barokah, Selasa (17/12), DPD LDII Kota Kediri menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertajuk “Basic Life Support” (Pertolongan Hidup Dasar). Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri serta Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya.

Seminar ini diikuti oleh sedikitnya 500 santri yang berasal dari Ponpes Wali Barokah serta perwakilan santri dari wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.

Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Priyanto, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian Road to Musda VII.

“Hari ini kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri menyelenggarakan seminar Basic Life Support-Pertolongan Hidup Dasar (PHD). Tujuannya adalah membekali para santri bagaimana menangani keadaan darurat agar mereka bisa meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan di lapangan,” ujar Agung usai acara.

Menurutnya, pemahaman mengenai Golden Period (masa kritis beberapa menit setelah kejadian darurat) sangatlah menentukan.

“Penanganan yang lambat bisa berakibat fatal. Meskipun semua adalah takdir dan kehendak Allah, namun upaya manusiawi untuk tindakan menyelamatkan harus dilakukan. Mereka harus paham tindakan pertama saat menemui orang tersedak, serangan jantung, hingga stroke,” imbuhnya.

Urgensi materi ini semakin dipertegas oleh narasumber ahli, dr. H. Heri Setiawan Kusumaningrat dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya. Dalam keterangan persnya, ia menyebutkan bahwa materi Basic Life Support-Pertolongan Hidup Dasar bukan lagi sekedar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Materi ini sudah sangat urgent. Sebetulnya ini untuk seluruh masyarakat karena angka kematian akibat serangan jantung cukup tinggi, bahkan bisa dibilang nomor satu di dunia. Sebagai masyarakat Indonesia, apalagi para santri yang notabene adalah calon pendakwah, mereka perlu dibekali dasar ilmu ini,” terang dr. Heri.

Ia menambahkan bahwa selain pengetahuan teknis, tujuan utama pelatihan ini adalah membangun kepercayaan diri.

“Kita bekali agar mereka punya pengetahuan dan rasa percaya diri karena sudah dilatih. Minimal mereka tahu cara memberikan bantuan yang memadai, seperti cara cek respon, panggil bantuan, hingga sistem rujukan. Hal ini secara otomatis akan mengaktifkan sistem layanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren,” jelasnya.

Pihak LDII berharap, setelah mendapatkan materi dari Seksi Promosi Kesehatan dan Seksi Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Kediri, para santri mampu menjadi pionir keselamatan di masyarakat.

“Target kami, santri ini paham dan nantinya menjadi agen perubahan. Di samping bermanfaat untuk diri pribadi, mereka diharapkan bisa mengedukasi teman-teman yang lain. Jadi, ketika mereka terjun di masyarakat sebagai pendakwah, mereka juga memiliki keahlian untuk menolong sesama dalam keadaan darurat medis,” tutup Agung Priyanto.

Seminar ini diakhiri dengan sesi simulasi praktik pijat jantung dan penanganan sumbatan jalan napas yang dipandu langsung oleh tim medis.

Dengan suksesnya agenda ini, DPD LDII Kota Kediri kini bersiap menyambut puncak Musyawarah Daerah (Musda) VII yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/12) esok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *