Kediri, (aksennews.com) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Mojo, Kabupaten Kediri, menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak generasi yang kreatif dan mandiri. Selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 15 hingga 17 Desember 2025, ratusan pelajar sekolah tersebut mengikuti kegiatan kokurikuler intensif yang dirancang untuk memperkuat karakter serta kompetensi siswa secara kontekstual dan praktis.
Mengusung tagline inspiratif “Esmada Berkarya, Berkreasi, dan Berbudaya”, kegiatan ini melibatkan sedikitnya 600 siswa kelas 7-8-9. Mereka diajak keluar dari rutinitas kelas formal untuk menyelami dunia keterampilan tangan dan kewirausahaan yang berakar pada kearifan lokal.
Kepala SMPN 2 Mojo, Heri Susanto, S.Pd., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini adalah jembatan untuk memperdalam materi pelajaran yang selama ini hanya diterima siswa secara teoritis.
“Memang kita programkan agar anak-anak, selain mendapat pembelajaran akademik, juga memiliki kemampuan non-akademik yang mumpuni. Melalui kegiatan ini, pelajar dapat menambah ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan serta mengasah kreativitas dan ketekunan mereka,” jelas Heri Susanto di sela-sela kegiatan.
Materi yang diberikan sangat beragam, mulai dari kreasi Batik Nusantara dengan teknik shobori dan jumput, hingga teknik ramah lingkungan yang sedang tren, yakni ecoprint.
Untuk menghadirkan pengalaman belajar yang profesional, SMPN 2 Mojo menggandeng Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kediri Raya. Sinergi ini bertujuan memberikan perspektif baru bagi siswa bahwa bela negara juga bisa diwujudkan melalui kemandirian ekonomi dan pelestarian budaya.
Ketua FKBN Kediri Raya, Akhir Kristiono, S.T., S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya sangat antusias kembali masuk ke lingkungan sekolah. Menurutnya, FKBN memiliki visi untuk menyebarkan keterampilan yang bisa menjadi modal finansial bagi masyarakat, termasuk pelajar.
“Kami sudah berulang kali memberikan pelatihan keterampilan di berbagai tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga masyarakat luas. Tujuannya satu: mengasah kreativitas individu maupun kelompok dalam membangun karya seni yang menghasilkan secara finansial,” tegas Akhir.
Ia juga memuji dedikasi timnya yang bergerak secara sukarela.
“Kekompakan anggota dan pengurus FKBN yang selalu ikhlas berbagi ilmu adalah kunci mengapa program-program seperti ini terus berjalan konsisten di Kediri Raya,” tambahnya.
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan dua hari tersebut adalah sesi pembuatan tas anyaman dari bahan plastik dan teknik ecoprint. Ibu Seno Chubi Craft, yang bertindak sebagai pemateri ahli, mengaku terkejut sekaligus bangga dengan etos kerja para siswa SMPN 2 Mojo.
“Kami tidak menemukan kesulitan yang signifikan. Saya bangga melihat antusiasme mereka. Hampir 90 persen anak-anak sangat tekun dan fokus mengerjakan tugasnya hingga benar-benar selesai sebelum mereka mengambil waktu istirahat,” ungkap Ibu Seno dengan nada kagum.
Menurut pengamatannya, siswa SMPN 2 Mojo menunjukkan kedisiplinan yang luar biasa.
“Mereka itu kalau belum selesai tugasnya, tidak ada yang terlihat santai-santai. Semuanya fokus dan rajin. Ini adalah modal luar biasa bagi mereka untuk menjadi pengrajin atau pengusaha di masa depan,” lanjutnya.
Kegiatan kokurikuler ini bukan sekedar agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang bagi para siswa. Pihak sekolah berharap dengan adanya pengalaman belajar yang lebih menantang dan menarik ini, siswa memiliki bekal nyata setelah lulus nanti.
“Harapan kita, kolaborasi dengan teman-teman FKBN Kediri Raya ini bisa memberikan pengalaman belajar yang berguna bagi masa depan anak-anak. Kami ingin mereka siap menghadapi tantangan zaman dengan kreativitas yang mereka miliki sendiri,” pungkas Heri Susanto.
Dengan semangat “Esmada Maju Berkreasi”, SMPN 2 Mojo sukses membuktikan bahwa pendidikan tingkat SMP mampu menjadi laboratorium kreatif yang menghasilkan karya nyata sekaligus membentuk karakter siswa yang tangguh dan berbudaya.
Penulis : Bimo Gunawan











