BeritaBerita DaerahNguri-uri Kabudayan Jawi

Menatap Wajah Baru Kediri di Usia 1222, Mas Dhito Buka Pintu Pemkab untuk Rakyat

192
×

Menatap Wajah Baru Kediri di Usia 1222, Mas Dhito Buka Pintu Pemkab untuk Rakyat

Share this article

Kediri AksenNews – Ada suasana berbeda di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (4/4/2026). Jika biasanya perayaan hari jadi identik dengan kemegahan tertutup di pendopo, kali ini Bupati Hanindhito Himawan Pramana memilih “pulang” ke rumah birokrasi.

Dalam balutan tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, ribuan pegawai dan puluhan ribu masyarakat umum melebur dalam kesederhanaan yang sarat makna.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Mas Dhito, sapaan akrab sang Bupati, sengaja memindahkan lokasi acara ke Kantor Pemkab untuk menunjukkan sebuah pesan visual: Kediri sedang berbenah dan telah kembali berdiri.

“Kenapa di kantor Pemda? Supaya orang-orang yang mau bersilaturahmi bisa melihat kondisi Pemkab yang hari ini saya rasa sudah semakin baik. Dari bangunan juga sudah kembali berdiri, semangat kami terus berdiri,” tegas Mas Dhito dengan nada bangga namun tetap membumi.

Keputusan memindahkan titik kumpul dari Pendopo Panjalu Jayati ke Kantor Pemkab juga didasari atas pertimbangan etika publik. Mas Dhito sangat menghindari terjadinya kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas warga di pusat Kota Kediri.

“Kami khawatir mengganggu traffic di Kota Kediri jika dilakukan di pendopo. Maka kami buat sesederhana mungkin di sini. Yang paling penting adalah esensi silaturahminya, hubungan antarinstansi jangan sampai terputus,” tambahnya.

Di tengah rutinitas birokrasi yang kaku, momen ini menjadi oase bagi para pegawai. Mas Dhito memahami bahwa dalam pekerjaan sehari-hari, gesekan dan kesalahpahaman adalah hal yang manusiawi. Ia menjadikan hari jadi ini sebagai momentum “pemutihan” hati.

“Kita tidak setiap hari bisa bertemu, dan pasti dalam pekerjaan ada satu-dua hal yang mungkin tidak berkenan. Ini momentumlah untuk saling memaafkan,” ujarnya hangat.

Sebagai kabupaten tertua ketiga di Indonesia, Kediri tidak melupakan mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Di tengah kemeriahan, Mas Dhito bersama Forkopimda Plus secara simbolis membagikan santunan kepada 15 anak berkebutuhan khusus.

Sebuah gestur yang menegaskan bahwa di usia ke-1222 ini, Pemerintah Kabupaten Kediri ingin hadir untuk semua golongan.

Menutup prosesi tasyakuran, sebuah doa tulus dipanjatkan untuk masa depan Bumi Panjalu. Harapannya sederhana namun mendalam: agar Kediri tetap menjadi daerah yang guyub, rukun, ayem, tentrem, serta Gemah Ripah Loh Jinawi.

Di bawah langit Kediri pagi hingga sore itu, perayaan ke-1.222 bukan sekedar angka sejarah, melainkan bukti berdirinya kembali semangat pengabdian bagi seluruh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *