BeritaBerita DaerahHukum dan Kriminal

Puluhan Siswa SD di Kediri Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Bakteri E. Coli Ditemukan

95
×

Puluhan Siswa SD di Kediri Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Bakteri E. Coli Ditemukan

Share this article

KEDIRI || AKSENNEWS – Sebanyak 69 siswa sekolah dasar di Kota Kediri dilaporkan mengalami gangguan kesehatan massal setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa yang berasal dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 tersebut mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, hingga demam pada Rabu (22/4/2026).

​Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG segera melakukan langkah cepat dengan melibatkan lintas sektor guna menangani insiden ini dan memastikan keberlanjutan layanan program bagi siswa lainnya.

Temuan Bakteri dan Evaluasi Lapangan

​Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, M. Ferry Djatmiko, mengonfirmasi bahwa Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan segera setelah laporan diterima.

​”Dari hasil pemeriksaan laboratorium, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mengindikasikan makanan tersebut tidak layak konsumsi. Satgas langsung melakukan observasi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo,” jelas Ferry pada Jumat (24/4/2026).

​Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, Ferry memastikan kondisi seluruh siswa kini telah membaik. Berdasarkan pantauan Puskesmas setempat, tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap.

Pelanggaran SOP di Dapur Pengolahan

​Investigasi internal menunjukkan adanya ketidaksesuaian prosedur operasional standar (SOP) dalam proses pengolahan makanan di SPPG Tempurejo. Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, mengungkapkan bahwa terdapat tahapan kritis yang terabaikan.

​”Pelanggaran terjadi pada tahapan waktu pengolahan yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, uji organoleptik yang seharusnya dilakukan dalam tiga fase—setelah dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima—ternyata ada yang terlewatkan,” ungkap Armeityansyah.

​Sebagai konsekuensi, operasional SPPG Tempurejo resmi dihentikan sementara. Untuk menjamin hak makan siswa, distribusi makanan kini dialihkan ke dapur MBG lain yang dinilai memenuhi standar.

Langkah Hukum dan Pengawasan Ketat

​Insiden ini juga memicu perhatian aparat penegak hukum. Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pihak terkait.

​”Fokus utama kami saat ini adalah memastikan pemulihan kesehatan para siswa. Namun, jika dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pelanggaran hukum atau kelalaian pidana, tentu akan kami tindaklanjuti secara tegas,” ujar AKP Achmad.

​Pemkot Kediri kini berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Satgas MBG berkomitmen memperketat pengawasan dan monitoring di seluruh titik distribusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena penanganan situasi telah dilakukan secara terkoordinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *