Berita

DPD LDII Kota Kediri Tingkatkan Kapasitas Pemuda Santri Melalui Seminar Kepemudaan

143
×

DPD LDII Kota Kediri Tingkatkan Kapasitas Pemuda Santri Melalui Seminar Kepemudaan

Share this article

Kediri (aksennews.com) – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Kediri menggelar Seminar Kepemudaan bertajuk peningkatan kapasitas pemuda santri sebagai harapan bangsa. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung DMC Lantai 5, Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, pada Minggu (28/12/2025).

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Turut hadir pula berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Kediri untuk memperkuat sinergi antar-elemen kepemudaan.

Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto menekankan pentingnya transfer ilmu antara generasi tua dan muda. Mengutip hikmah dari sahabat Nabi Muhammad SAW, Salman Al-Farisi, Agung menyebutkan bahwa keberlangsungan peradaban sangat bergantung pada proses belajar lintas generasi.

“Manusia akan berada dalam keadaan baik selama generasi tua masih ada dan generasi muda mau belajar kepada mereka. Jika generasi tua telah tiada sementara generasi muda belum sempat belajar, maka rusaklah tatanan manusia itu,” ujar Agung dalam sambutannya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Musyawarah Daerah (Musda) VII LDII Kota Kediri yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Fokus utama seminar ini adalah membekali generasi muda dengan tiga indikator keberhasilan (Three Success), yaitu:

  • * Ahli-Faqih (Memahami agama secara mendalam).
  • * Akhlakul Karimah (Memiliki budi pekerti yang mulia).
  • * Mandiri (Mampu berdiri di atas kaki sendiri).

Selain itu, LDII berkomitmen melakukan penguatan 29 Karakter Luhur sebagai fondasi moral.

“Karakter luhur inilah yang dibutuhkan bangsa saat ini. Kami ingin menyiapkan SDM yang profesional religius untuk mendukung visi Kota Kediri yang Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangenin),” tambah Agung.

Program ini juga selaras dengan 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa, yang mencakup:

  • * Wawasan Kebangsaan
  • * Dakwah dan Pendidikan
  • * Ekonomi Syariah
  • * Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup
  • * Kesehatan Herbal
  • * Teknologi Informasi
  • * Energi Baru Terbarukan

Kepala Bidang Kepemudaan Disbudparpora Kota Kediri, Aries Ahmad Chudori, yang hadir sebagai narasumber memberikan wawasan mendalam terkait tantangan kepemimpinan di era digital. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pembinaan yang dijalankan oleh LDII selama ini.

“Kami mengapresiasi langkah LDII yang aktif melakukan pembinaan internal secara terukur. Kami juga memberikan kilas balik terkait tipikal pemimpin yang relevan di masa depan,” ujar Aries.

Ia berharap, pembekalan ini mampu mencetak kader-kader yang tangguh.

“Harapannya, teman-teman pemuda LDII siap menerima tongkat estafet kepemimpinan untuk mewujudkan visi Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni),” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, yang akrab disapa Mas Ibad, memberikan pesan kuat bagi para aktivis pemuda santri LDII di Kota Kediri. Ia menegaskan bahwa era pemuda yang hanya pandai beretorika sudah usai. Kini, saatnya pemuda modern bertransformasi menjadi sosok yang berani mengambil risiko dan bertanggung jawab penuh atas setiap tindakan mereka.

Menurut Mas Ibad, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan mentalitas yang tangguh dan konkret. Ia mengajak seluruh elemen pemuda untuk tidak lagi terjebak dalam sekadar wacana, melainkan mulai memberikan kontribusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Mas Ibad menyoroti pentingnya 6 Tabiat Luhur sebagai fondasi karakter pemimpin masa depan. Keenam poin tersebut dinilai sangat relevan untuk menghadapi dinamika global:

  • ​* Jujur: Menjaga integritas dalam setiap ucapan.
  • ​* Amanah: Bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.
  • ​* Hemat/Hidup Sederhana: Fokus pada nilai guna, bukan sekadar gaya hidup.
  • ​* Rukun: Menciptakan harmoni di tengah perbedaan.
  • ​* Kompak: Memperkuat soliditas internal gerakan pemuda.
  • ​* Kerja Sama yang Baik: Mengutamakan kolaborasi di atas kompetisi negatif.

​”Pemimpin masa depan tidak boleh hanya pandai bersilat lidah. Kita butuh aksi nyata yang membawa dampak ekonomi maupun sosial bagi warga Kota Kediri,” tegas Mas Ibad.

Ia menambahkan bahwa integritas adalah mata uang yang paling berharga bagi seorang aktivis. Tanpa tanggung jawab nyata, gerakan pemuda hanya akan menjadi riuh rendah tanpa hasil. Mas Ibad berharap Pemuda santri LDII Kota Kediri bisa menjadi motor penggerak bagi lahirnya pemimpin-pemimpin yang tidak takut gagal dan selalu siap berdiri di garis depan demi kemajuan daerah.

Melalui seminar ini, DPD LDII Kota Kediri berharap para pemuda santri siap menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan daerah.

Penulis : Bimo Gunawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *