BeritaBerita DaerahBG17 AKSENNEWS.COMPEMKAB KEDIRI

Sapa Siswa Baru SMA Dharma Wanita, Mas Dhito: Fokus Belajar dan Jaga Prestasi

28
×

Sapa Siswa Baru SMA Dharma Wanita, Mas Dhito: Fokus Belajar dan Jaga Prestasi

Share this article

KEDIRI, JATIM ( Aksennews.com ) —— Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, bertatap muka langsung dengan para peserta didik baru SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School tahun ajaran 2026/2027, pada Kamis pagi (23/7) WIB. Dalam sesi dialog tersebut, pria yang akrab disapa Mas Dhito ini memberi ruang tanya jawab, di mana antusiasme para siswa menunjukkan tingginya motivasi mereka untuk bisa berkuliah.

Kepada 100 siswa angkatan ke 4 yang terpilih dari total 298 pendaftar, Mas Dhito berpesan agar mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan memprioritaskan kegiatan belajar.

“Beberapa anak bertanya soal beasiswa perguruan tinggi. Persoalan beasiswa itu seleksi alam. Intinya hari ini saya minta anak-anak untuk fokus belajar,” ujar Mas Dhito.

Bupati menegaskan bahwa beasiswa adalah peluang yang harus proaktif dicari, bukan sekadar ditunggu. Bantuan pendidikan tersebut bisa bersumber dari Pemkab Kediri, pihak kampus, maupun lembaga lainnya. Ia menjamin, siswa yang berprestasi dan memenuhi syarat pasti akan mendapatkannya. Karena itu, semangat belajar yang konsisten sangat ditekankan agar mereka siap menembus perguruan tinggi pada waktunya.

Lebih lanjut, Mas Dhito berkomitmen untuk terus memantau kemajuan SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Ia menaruh harapan besar agar angkatan ke-2, ke-3, dan ke-4 mampu mempertahankan atau bahkan melampaui rekor angkatan pertama, di mana mayoritas dari 126 lulusannya sukses masuk perguruan tinggi.

Menurutnya, setiap anak berhak atas kesempatan pendidikan yang setara hingga ke jenjang universitas. Lewat sekolah asrama gratis ini, Mas Dhito membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga rentan (Desil 1-4) yang sebelumnya nyaris putus harapan untuk bisa kembali bersekolah.

Dampak ini dirasakan langsung oleh Arfa, remaja asal Desa Satak, Kecamatan Puncu. Keterbatasan biaya sebelumnya sempat membuat ia pasrah dan terpaksa bekerja mencari kayu bakar untuk dijual.

“Sebenarnya saya masih ingin sekolah, belum ingin kerja. Akhirnya dapat info sekolah gratis ini dan coba daftar,” kisahnya.

Kini, Arfa sangat bersyukur bisa lolos sebagai siswa baru angkatan ke-4 di sekolah tersebut. Sama halnya dengan teman-teman sebayanya, kini ia berani merajut mimpi untuk terus melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar sarjana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *