BG17 AKSENNEWS.COM

Sulap Gulma Jadi Karya Estetik: Aksi Kreatif Emak-Emak Kediri Ubah Eceng Gondok Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

258
×

Sulap Gulma Jadi Karya Estetik: Aksi Kreatif Emak-Emak Kediri Ubah Eceng Gondok Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Share this article

Kediri, [aksennews.com] – Di tangan orang kreatif, tanaman eceng gondok yang kerap dianggap sebagai gulma pengganggu di perairan, bisa berubah menjadi barang kerajinan yang cantik dan bernilai jual. Semangat inilah yang diusung oleh Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Kediri Raya dalam pelatihan keterampilan tangan yang digelar di sebuah kafe di Kabupaten Kediri, Sabtu 20/12/2025.

Kegiatan yang diikuti oleh belasan ibu-ibu energik ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah upaya nyata dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi alam yang sering terabaikan.

Suasana kafe yang tenang berubah menjadi workshop kreatif yang penuh konsentrasi. Para peserta tampak serius namun santai mengikuti setiap instruksi dari Ibu Seno, Owner Chubi Craft, yang bertindak sebagai instruktur utama. Didampingi staf ahli, Ibu Seno memandu peserta melalui teknik merajut serat eceng gondok yang telah dikeringkan.

Materi utama hari itu adalah pembuatan pot mini serbaguna. Meski terlihat sederhana, proses merajut bahan alam ini membutuhkan ketelitian ekstra dan kekuatan tangan yang stabil. Luar biasanya, tingkat keberhasilan peserta sangat memuaskan.

“Tingkat kesulitannya sebenarnya lumayan menantang, butuh fokus tinggi. Namun, saya sangat bangga melihat antusiasme peserta. Hampir 90 persen peserta berhasil menaklukkan tantangan tersebut dan menyelesaikan tugas mereka hingga tuntas,” ujar Ibu Seno dengan nada bangga.

Kepala FKBN Kediri Raya, Akhir Kristiono, SH, yang hadir langsung memantau kegiatan, menegaskan bahwa FKBN memiliki komitmen jangka panjang dalam mengasah kemampuan masyarakat. Baginya, Bela Negara tidak hanya soal fisik, tapi juga tentang kedaulatan ekonomi warga.

“Kami tidak akan pernah bosan memberikan pelatihan kepada lapisan masyarakat yang memiliki minat kuat. Banyak warga kita yang punya skill terpendam tapi belum terwadahi. Dengan pelatihan seperti ini, kami berharap mereka bisa lebih mudah mendapatkan finansial secara mandiri melalui karya-karya yang dihasilkan,” tegas Kristiono.

Ia menambahkan, produk seperti pot mini dari eceng gondok memiliki pasar yang luas, terutama bagi pecinta dekorasi rumah (home decor) yang kini tengah tren kembali ke bahan-bahan alami (eco-friendly).

Tak hanya soal cuan, pelatihan ini juga membawa pesan edukasi. Rara, pendamping instruktur dari Chubi Craft menyebutkan bahwa proses mengolah eceng gondok adalah sarana melatih mental. Menurutnya, keterampilan seperti ini sepatutnya mulai dikenalkan sejak bangku Sekolah Dasar.

“Keterampilan tangan ini sangat efektif untuk mengasah kesabaran dan ketekunan. Jika anak-anak sejak dini sudah terbiasa mengerjakan barang-barang serbaguna dari bahan alam, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih sabar dan kreatif dalam memecahkan masalah,” ungkapnya.

Sepanjang acara, para peserta terlihat sangat menikmati setiap prosesnya (enjoy). Gelak tawa sesekali pecah saat ada peserta yang bercanda mengenai jari-jemari mereka yang mulai kaku karena fokus merajut. Namun, semua rasa lelah itu terbayar lunas saat seonggok serat eceng gondok kering tersebut berubah menjadi pot mini yang estetik dan siap dipajang di sudut ruangan.

Melalui pelatihan ini, FKBN Kediri Raya berharap para peserta tidak berhenti sampai di sini, namun terus mengembangkan kreativitas mereka di rumah masing-masing agar kerajinan eceng gondok Kediri bisa naik kelas dan dikenal lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *