BG17 AKSENNEWS.COM

Menelusuri Sejarah Natal: Mengapa Diperingati Setiap 25 Desember?

244
×

Menelusuri Sejarah Natal: Mengapa Diperingati Setiap 25 Desember?

Share this article

Indonesia Aksennews – Pekan ini, umat Kristiani di seluruh dunia bersiap menyambut Hari Raya Natal yang jatuh pada Kamis, 25 Desember 2025. Bagi mayoritas umat, momen ini merupakan peringatan sakral atas kelahiran Yesus Kristus ke dunia.

Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah panjang di balik penetapan tanggal tersebut dan bagaimana tradisinya berevolusi selama ribuan tahun?

​Meskipun Alkitab—khususnya dalam Injil Lukas dan Matius—mengisahkan peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem yang ditandai dengan kemunculan bintang timur dan kabar sukacita malaikat kepada para gembala, naskah suci tersebut tidak menyebutkan tanggal pasti kelahiran Sang Juru Selamat.

​Catatan sejarah menunjukkan bahwa peringatan Natal pertama kali terdokumentasi pada tahun 336 Masehi dalam kalender Romawi kuno. Penetapan tanggal 25 Desember diyakini dipengaruhi oleh budaya Romawi saat itu.

​Pada akhir abad ke-300, ketika Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi, tradisi menghias rumah dengan dedaunan hijau, bernyanyi bersama, dan bertukar hadiah mulai berasimilasi ke dalam perayaan kristiani.

​Perjalanan Tradisi dari Masa ke Masa

  • Tahun 1100: Natal menjadi perayaan keagamaan paling penting di Eropa, dengan sosok Santo Nikolas sebagai simbol kasih dan semangat memberi.
  • Masa Reformasi (1500-an): Perayaan ini sempat memicu perdebatan. Sebagian umat Kristen saat itu menolak Natal karena dianggap mencampurkan tradisi tanpa dasar keagamaan yang sah.
  • Tahun 1600-an: Di Inggris dan beberapa koloni Amerika, Natal sempat dilarang. Namun, keinginan masyarakat untuk bertukar kado tetap kuat hingga akhirnya tradisi ini kembali diterima secara luas.
  • Tahun 1800-an hingga Modern: Munculnya kebiasaan baru seperti menghias pohon Natal, mengirim kartu ucapan, dan kehadiran figur Santa Claus di Amerika Serikat yang menggantikan peran Santo Nikolas.

​Secara etimologi, kata Christmas berasal dari frasa bahasa Inggris kuno Cristes maesse yang berarti Mass of Christ atau Misa Kristus.

​Sementara itu, singkatan Xmas yang sering kita jumpai memiliki akar historis yang kuat. Huruf ‘X’ dalam bahasa Yunani adalah huruf pertama dari nama Kristus (Christos), yang secara tradisional digunakan sebagai simbol suci dalam gereja.

​Tradisi Unik: Dari Gua Natal hingga Kaos Kaki Hadiah

​Hingga saat ini, perayaan Natal identik dengan berbagai simbol visual dan kuliner:

  1. Gua Natal: Replika kandang domba yang dilengkapi patung Yesus, Maria, Yusuf, dan para gembala sebagai pengingat kesederhanaan lahirnya “Raja Damai”.
  2. Eggnog: Minuman khas Eropa berbahan dasar susu, telur, dan madu yang menjadi sajian wajib saat berkumpul.
  3. Santa Claus dan Kaos Kaki: Terinspirasi dari puisi Clement Moore tahun 1832, “The Night Before Christmas”, tradisi anak-anak menggantungkan tas kain merah berbentuk kaos kaki di atas perapian untuk menanti hadiah tetap lestari hingga kini.

​Meski secara tarikh kelahiran Yesus tidak diketahui secara pasti, tanggal 25 Desember telah menjadi konsensus global bagi gereja untuk mengadakan ibadah khusus guna memperingati sukacita kehadiran Mesias di dunia.

Penulis : Bimo Gunawan

Sumber: [Panduan Lengkap Persiapan Ibadah Natal 2025 di Berbagai Gereja Katedral]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *