BeritaBerita DaerahEdukasi MasyarakatKeagamaan

Transformasi ‘Santri Jalur Kiri’, DGT Deklarasikan Organisasi Yakuza Maneges Kediri

59
×

Transformasi ‘Santri Jalur Kiri’, DGT Deklarasikan Organisasi Yakuza Maneges Kediri

Share this article

AksenNews

KEDIRI – Sejumlah tokoh agama dan pemuda di Kediri, Jawa Timur, resmi mendeklarasikan organisasi sosial dan dakwah baru bernama Yakuza Maneges. Organisasi yang diinisiasi oleh para putra kiai (gus) ini mengusung misi unik: merangkul kaum marginal dan individu yang ingin berhijrah dari dunia hitam menuju jalan spiritual.

Deklarasi resmi tersebut digelar di Kediri pada Sabtu (9/5/2026) dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta pejabat pemerintah daerah. Nama “Yakuza” yang selama ini identik dengan sindikat kriminal di Jepang, diadopsi dengan filosofi yang sepenuhnya berbeda.

Filosofi “Zuhud Abadi”

Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto Maneges atau yang akrab disapa Den Gus Thuba (DGT), menjelaskan bahwa organisasi ini merupakan wadah perubahan bagi mereka yang merasa tersesat.

“Yakuza Maneges bukan sekadar wadah berkumpul, namun sarana perubahan dan pengabdian. Kami membawa filosofi mendalam: Yakuza, yang awalnya kotor, ujungnya Zuhud Abadi,” ujar Gus Thuba dalam pidatonya, dikutip Senin (11/5).

Gus Thuba menegaskan bahwa organisasi ini secara khusus memfokuskan gerakannya pada “santri jalur kiri”—individu yang pernah terjerumus dalam kemaksiatan atau dosa berat, namun memiliki tekad kuat untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Meneladani Dakwah Kultural Gus Miek

Secara ideologis, Yakuza Maneges berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin. Hal ini mempertegas garis perjuangan Gus Thuba yang melanjutkan metode dakwah kakeknya, almarhum ulama kharismatik KH Hamim Jazuli (Gus Miek).

Gus Miek dikenal luas dengan metode dakwahnya yang masuk ke lingkungan marginal seperti tempat hiburan malam dan perjudian untuk mengajak umat kembali kepada Tuhan melalui pendekatan kasih sayang.

“Nilai utama yang saya pegang adalah menanamkan nilai spiritual yang telah diajarkan almarhum Gus Miek kepada kaum marginal,” imbuh Gus Thuba.

Komitmen Hukum dan Sosial

Selain aspek spiritual, Yakuza Maneges memposisikan diri sebagai pengawal moral dan sosial. Gus Thuba menekankan tiga poin utama visi organisasi: Penjaga yang lemah, Pembela yang benar, Pembenah yang salah.

Organisasi ini menyatakan komitmennya untuk non-partisan dan mendukung penuh penegakan hukum di Indonesia. Mereka siap mendampingi masyarakat yang menghadapi masalah hukum, sekaligus berani bersuara terhadap penyimpangan, baik yang dilakukan oleh oknum pejabat maupun tokoh agama.

    Apresiasi Pemerintah Kota Kediri

    Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas keberanian Gus Thuba menggunakan nama Yakuza untuk tujuan mulia. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam membangun suasana kota yang kondusif.

    “Jalan dakwah ini adalah warisan Gus Miek. Keyakinan bahwa siapa pun, termasuk mereka yang dianggap paling jauh dari kebaikan, tetap berhak dirangkul, bukan ditinggalkan,” tutur Vinanda.

    Wali Kota berharap kehadiran Yakuza Maneges dapat bersinergi dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan Kediri MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni).

    “Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk menghadirkan energi positif bagi Kediri Raya maupun Indonesia,” pungkasnya.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *