Ponorogo || AksenNews – Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo resmi menetapkan oknum pimpinan pondok pesantren di Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, berinisial Dr. JY, sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap belasan santri laki-laki di bawah umur.
Penetapan tersangka ini usai Dr. JY menjalani pemeriksaan intensif selama lebih dari 24 jam.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan bahwa penyidik telah mengantongi minimal dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan status hukum Dr. JY.
Selain bukti fisik, penetapan tersangka ini juga didukung oleh pengakuan dari para korban serta pengakuan dari pelaku itu sendiri.
”Benar, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo,” kata Imam saat dikonfirmasi mula-mula pada Senin (18/5/2026).
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (19/5/2026), tercatat sedikitnya ada 11 santri laki-laki yang mengaku telah menjadi korban perlakuan tidak senonoh oleh pelaku.
Kronologi Pengamanan Pelaku
Sebelum resmi ditahan kepolisian, sebuah video memperlihatkan momen penjemputan Dr. JY di kediamannya sempat viral di media sosial.
Aksi penjemputan tersebut diinisiasi oleh organisasi Yakuza Maneges—sebuah kelompok yang dipimpin oleh Thuba Topo Broto Maneges (Den Gus Thuba) cucu ulama kharismatik Gus Miek Kediri, yang berfokus pada pengawasan oknum pemuka agama yang menyimpang.
Penjemputan paksa oleh kelompok masyarakat tersebut dipicu oleh aduan langsung dari salah satu santri yang merasa menjadi korban tindakan asusila sang kiai. Saat dijemput, Dr. JY sempat berdialog dengan massa dan anggota kepolisian yang mengawal di lokasi, sementara keluarga perempuan pelaku menangis histeris.
Rekam Jejak dan Modus Pelaku
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pondok pesantren tahfidzul quran yang dipimpin oleh Dr. JY di Pulosari tersebut tergolong baru berdiri dengan mayoritas santri setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Dalam menjaring santri, Dr. JY menerapkan sistem rekrutmen yang menawarkan insentif sebesar Rp500 ribu bagi siapa saja yang berhasil membawa siswa baru.
Sebelum mendirikan pesantren mandiri, Dr. JY diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah di salah satu pondok pesantren ternama di Ponorogo.
Rekan sejawat dan warga mengenal sosoknya sebagai pribadi yang humoris dan akrab dengan berbagai kalangan. Namun, sebagian pihak menilai gaya humornya kerap berlebihan dan menjurus pada tindakan tidak senonoh.











