Lebih lanjut, pihak pemerintah daerah berharap kolaborasi nilai dalam turnamen ini dapat melahirkan generasi penerus yang unggul secara menyeluruh.
”Insya Allah dengan keseimbangan ini, akan tumbuh anak-anak Kota Kediri yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki fisik yang sehat, akhlak yang baik, serta mental yang kuat,” tegas Hery.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, S.Si, M.M., yang hadir sebagai pembina, menegaskan bahwa dukungan LDII terhadap FORSGI tidak sekadar mengejar trofi, melainkan menanamkan nilai-nilai moralitas.
Dalam pembinaan sepak bola usia dini ini, LDII turut menerapkan 29 Karakter Luhur. Nilai-nilai seperti kerukunan, kekompakan, kerja sama tim, kedisiplinan, hingga kebiasaan saling memaafkan jika terjadi pelanggaran di lapangan, menjadi menu wajib bagi para atlet cilik.
”Kami tidak hanya mencari bibit pesepak bola yang andal mengolah si kulit bundar, tetapi juga membangun disiplin dan tertib sejak dini sesuai moto Ngaji Yo, Bal-balan Yo, Sekolah Yo. Harapannya, dari sini akan lahir pemain lokal yang mampu menembus level nasional hingga internasional,” jelas Agung Riyanto.
Di lokasi yang sama, Ketua DPC FORSGI Kota Kediri, Mujianto, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari persiapan serius menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur hingga target menembus juara nasional. Melalui ajang ini, penyaringan dilakukan secara selektif berdasarkan wilayah administratif kota.
”Untuk KU-10 dan KU-12 ini, kami menjaring tim-tim terbaik dari tiga kecamatan (Kecamatan Timur, Barat, dan Tengah) untuk masuk ke zona juara. Insya Allah pada akhir Juni ini, kami akan bersiap berlaga di tingkat Jawa Timur melawan tim kuat seperti Jombang, Mojokerto, dan Kabupaten Kediri,” terang Mujianto.










