BeritaBerita DaerahBG17 AKSENNEWS.COM

DPW Pekat IB-Bali Hadiri Pembukaan Bulan Bung Karno VIII-2026: Perkuat Semangat Kesatuan Tanah Air dan Persatuan Indonesia

12
×

DPW Pekat IB-Bali Hadiri Pembukaan Bulan Bung Karno VIII-2026: Perkuat Semangat Kesatuan Tanah Air dan Persatuan Indonesia

Share this article

DENPASAR, BALI ( Aksennews.com ) —– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Provinsi Bali menunjukkan komitmennya dalam merawat api nasionalisme dengan menghadiri secara resmi acara pembukaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026. Perhelatan yang penuh khidmat ini diselenggarakan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Senin (1/6/2026) petang WITA.

Kehadiran jajaran pengurus DPW Pekat IB-Bali dalam acara ini menjadi simbol dukungan nyata organisasi terhadap upaya pemerintah dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno di kalangan masyarakat luas. Bagi Pekat IB-Bali, kehadiran mereka bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan langkah strategis untuk terus memperkuat semangat kesatuan tanah air dan persatuan bangsa Indonesia di tengah dinamika sosial yang ada.

Dalam keterangannya, Ketua DPW Pekat IB-Bali Drs. I Ketut Putra Wijaya, CRBD, menegaskan bahwa sosok Bung Karno adalah inspirasi abadi bagi setiap elemen bangsa untuk tetap bersatu. Di tengah kemajemukan masyarakat Bali yang sangat terbuka, semangat persatuan yang dicetuskan oleh Sang Proklamator menjadi fondasi krusial dalam menjaga kedamaian dan kerukunan.

“Bagi kami, Bulan Bung Karno adalah momentum untuk berefleksi. Kami hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat yang berkomitmen menjaga persatuan bangsa. Semangat Bung Karno adalah semangat persatuan, dan Pekat IB-Bali akan terus berdiri di garda terdepan untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan ini tetap terjaga kuat di Bali,” ujar Ketua DPW Pekat IB-Bali di sela-sela acara.

Acara pembukaan Bulan Bung Karno VIII tahun ini berlangsung meriah dengan mengangkat tema besar “Kawya Atma Kerthi” (Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator) yang menyoroti pentingnya menjaga kedaulatan bangsa melalui kebudayaan. Sejumlah tokoh masyarakat, unsur pemerintah (eksekutif dan legislatif), serta berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) tampak hadir membaur dalam satu spirit (semangat) yang sama: menghormati warisan pemikiran Bung Karno untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik.

Rangkaian Bulan Bung Karno VIII yang akan berlangsung selama bulan Juni 2026 ini diharapkan mampu menjadi wadah pendidikan karakter bagi generasi muda. DPW Pekat IB-Bali berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan ke depan, guna memastikan bahwa api semangat kebangsaan dan persatuan tetap menyala, khususnya di Pulau Dewata.

Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta beserta Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra secara resmi membuka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Bali, Bende, oleh Gubernur Bali I Wayan Koster yang disaksikan ribuan masyarakat serta sejumlah tokoh penting Bali. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua III DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra, jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Bali (Danrem 163/Wira Satya, Wakapolda Bali, Kajati Bali dan Kabinda Bali), para Bupati/Wakil Bupati (Wabup) dan Wali Kota se-Bali, pimpinan DPRD Kabupaten/Kota, kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), hingga tokoh masyarakat serta ormas se-Bali.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tersebut mengusung tema “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekedar seremonial tahunan melainkan momentum ideologis dan kultural untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Sang Proklamator dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Koster, tema “Kawya Atma Kerthi” memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Kata “Kawya” dimaknai sebagai ekspresi jiwa yang luhur, “Atma” sebagai esensi kesadaran terdalam, dan “Kerthi” sebagai upaya penyucian serta pemuliaan.

“Tema ini mengajak kita semua untuk tidak hanya mengenang Bung Karno sebagai tokoh sejarah, tetapi menghadirkan kembali jiwa perjuangannya sebagai energi hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan sehari-hari,” ujar I Wayan Koster.

Gubernur Bali dua periode tersebut menjelaskan bahwa Bali merupakan salah satu daerah yang secara konsisten menyelenggarakan Bulan Bung Karno setiap tahunnya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang batin sekaligus sarana merawat ingatan kolektif bangsa terhadap jasa dan pemikiran Bung Karno.

I Wayan Koster menilai Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, tetapi juga mewariskan semangat perjuangan, keberanian bermimpi besar, dan keberpihakan pada rakyat.

“Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan hidup Bung Karno dipenuhi berbagai tantangan, mulai dari tekanan politik, pemenjaraan, hingga pengasingan. Namun dari berbagai keterbatasan tersebut justru lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Dalam kesempatan itu, I Wayan Koster juga mengungkapkan kedekatan Bung Karno dengan Pulau Bali. Menurutnya, Bung Karno memiliki perhatian dan kekaguman yang mendalam terhadap Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh.

Bung Karno memandang Bali sebagai daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakatnya. Bahkan menurut I Wayan Koster, Bung Karno melihat Bali sebagai cerminan jati diri bangsa Indonesia yang tetap kokoh menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian bangsa Indonesia,” tegasnya.

Karena itu, nilai-nilai perjuangan Bung Karno dinilai tetap relevan (berhubungan) menjadi landasan pembangunan Bali saat ini. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang berpijak pada budaya, kearifan lokal, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat..

I Wayan Koster menegaskan bahwa semangat Bulan Bung Karno selaras dengan visi pembangunan Bali melalui “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Visi tersebut bertujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala.

Konsep tersebut berakar pada kearifan lokal Sad Kerthi, yang meliputi Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagad Kerthi sebagai sumber utama kesejahteraan masyarakat Bali.

“Dengan semangat itu, Bali tidak hanya akan bertahan, tetapi terus bertumbuh sebagai pusat kebudayaan yang berakar kuat sekaligus memberi makna bagi dunia,” ujar I Wayan Koster.

Pada momentum Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, I Wayan Koster secara khusus mengajak generasi muda Bali untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan membangun karakter yang tangguh.

Menurutnya, masa depan Bali sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki saat ini. Karena itu, generasi muda harus mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling menghormati sebagai fondasi sosial masyarakat Bali.

“Dalam dinamika zaman yang terus bergerak, kita tidak boleh kehilangan roh kebersamaan. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama pembangunan Bali,” tegasnya.

Perayaan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 ini turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan musik dari sejumlah seniman serta musisi Bali, di antaranya Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, hingga kolaborasi Naluri Manca x Sine x Bali Extreme Drummer (BED) yang menambah semarak suasana peringatan bulan kelahiran Sang Proklamator.

Redpel Aksennews Bali-Lombok: JR77

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *