Kediri (aksennews.com) — Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat pengerjaan proyek pelebaran jalan Betet–Kleco di Kecamatan Pesantren. Proyek strategis yang dikerjakan oleh CV Belvien Karya Utama ini mulai berjalan sejak 2 September 2025 dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025. Pekerjaan yang meliputi pelebaran, peninggian jalan, serta pembangunan drainase baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas mobilitas warga dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Pantauan jurnalis media Aksennews di lapangan pada awal pekan ini aktivitas konstruksi berlangsung intensif. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk mempercepat pemadatan dan perataan badan jalan. Pekerja lapangan juga bekerja di beberapa titik secara paralel untuk memastikan pekerjaan bisa tetap sesuai jadwal. Selain itu, pembangunan drainase baru dilakukan untuk mengatasi permasalahan genangan air yang selama ini dikeluhkan warga Betet dan Kleco, terutama saat musim penghujan. Drainase ini diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mencegah kerusakan jalan di kemudian hari.
Warga di dua kelurahan tersebut menyambut baik pelaksanaan proyek. Mereka menilai pelebaran jalan memang sangat dibutuhkan karena ruas Betet–Kleco menjadi jalur utama aktivitas masyarakat. Banyak pelajar dari dua sekolah tingkat SMP setempat melintas jalan ini setiap hari, sehingga kondisi jalan yang lebih lebar dan aman sangat dinantikan. Beberapa warga juga menilai bahwa infrastruktur yang lebih memadai dapat mendorong pertumbuhan usaha kecil, warung, serta aktivitas ekonomi lain di area sekitar.
Kabid Bina Marga PUPR Kota Kediri, Made Permana, menegaskan bahwa proyek pelebaran jalan Betet–Kleco masuk dalam kategori proyek strategis daerah.
“Pekerjaan pelebaran jalan Betet–Kleco merupakan proyek strategis daerah karena merupakan jalan yang menjadi akses untuk dua sekolah SMP yang ada di wilayah tersebut,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Made menjelaskan bahwa peningkatan ruas ini memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperlancar arus lalu lintas, proyek ini diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi warga di kawasan selatan Kota Kediri, mengingat jalan tersebut menjadi jalur penghubung aktivitas harian masyarakat seperti menuju pasar, sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas pelayanan publik.
PUPR Kota Kediri memastikan seluruh pekerjaan tetap mengedepankan standar kualitas. Made menjelaskan bahwa setiap tahap konstruksi melewati proses pengujian secara rutin. “Untuk memastikan kualitas pelaksanaan dilaksanakan uji secara berkala terhadap semua pekerjaan yang dilaksanakan,” katanya.
Menurutnya, hingga kini proyek berjalan lancar tanpa hambatan teknis berarti. Ketersediaan material, cuaca yang cukup mendukung, serta koordinasi yang baik antar pihak terkait membuat pekerjaan dapat dipercepat sesuai target.
Untuk memastikan mobilitas warga tetap terjaga selama pelaksanaan proyek, PUPR telah menyiapkan jalur alternatif.
“Karena di sekitar lokasi masih ada jalan lain, warga diarahkan untuk menggunakan jalan-jalan tersebut sehingga tidak mengganggu aktivitas warga,” jelasnya.
Setelah proyek selesai, pemerintah menargetkan jalan Betet–Kleco dapat menjadi akses utama yang lebih layak dan nyaman. PUPR Kota Kediri juga menetapkan indikator keberhasilan proyek, mulai dari kelancaran perjalanan, perbaikan kualitas infrastruktur, hingga berkurangnya waktu tempuh para pengguna jalan. “Untuk indikator yang digunakan adalah kelancaran perjalanan dan berkurangnya waktu tempuh pengguna jalan,” pungkasnya.
Ia berharap peningkatan fasilitas ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik pengendara, pelajar, maupun para pekerja yang melintas setiap hari. Selain memperkuat konektivitas wilayah Kecamatan Pesantren, peningkatan kualitas jalan ini juga diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada jangka panjang.











