BG17 AKSENNEWS.COM

Advokat Kediri Akhir Kristiono, SH : Pentingnya Peran Pendidik Dalam Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

190
×

Advokat Kediri Akhir Kristiono, SH : Pentingnya Peran Pendidik Dalam Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Share this article
Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Kediri Akhir Kristiono, SH. (Foto : Bimo)

Kediri, (aksennews.com) — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, advokat sekaligus pemerhati dunia pendidikan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Kediri Akhir Kristiono, SH., menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia. Tema tahun ini, “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” dinilainya sebagai refleksi pentingnya peran pendidik dalam membangun generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

Akhir Kristiono menekankan bahwa guru memegang peranan vital dalam membentuk masa depan bangsa.

“Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Guru Nasional kepada seluruh guru di Indonesia, khususnya di Kediri raya. Tema ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’ sangat tepat menggambarkan bahwa kemajuan bangsa tak terlepas dari ketulusan dan dedikasi para pendidik,” ungkapnya.

Selain memberikan apresiasi, ia juga mengomentari berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, termasuk isu yang kerap menempatkan guru pada posisi sulit. Salah satunya terkait tuduhan pungutan liar (pungli) di sekolah yang sering kali langsung diarahkan kepada guru.

“Isu pungli di sekolah sering muncul, dan yang pertama kali disudutkan adalah guru kepala sekolahnya. Padahal tidak semua kebijakan berasal dari mereka. Jangan sampai stigma ini mematahkan semangat para pendidik,” tegas Akhir Kristiono.

Tidak hanya itu, ia juga menyoroti kasus-kasus yang melibatkan oknum guru dalam tindakan perselingkuhan maupun perilaku asusila. Meski dilakukan segelintir oknum, dampaknya sangat merugikan citra profesi guru yang seharusnya menjadi teladan.

“Kita juga tidak menutup mata bahwa ada oknum yang diduga terlibat perselingkuhan dan tindakan asusila. Tindakan seperti ini jelas merusak nama baik profesi guru. Namun perlu diingat, mereka hanyalah oknum, bukan representasi seluruh tenaga pendidik,” ujarnya.

Sebagai advokat, ia menekankan pentingnya proses hukum dan penanganan profesional terhadap setiap dugaan pelanggaran, tanpa menggeneralisasi seluruh guru.

“Jika ada pelanggaran, harus diproses sesuai aturan. Tetapi marwah guru-guru yang jujur, disiplin, dan berdedikasi tetap harus kita jaga,” tambahnya.

Akhir Kristiono berharap Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momentum memperkuat integritas profesi pendidik, memperbaiki sistem pendidikan, serta meningkatkan kolaborasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah.

Dengan dukungan penuh bagi para guru dan peningkatan kualitas pendidikan, ia optimistis Indonesia akan semakin kuat dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *