BeritaHUKRIMHukum dan Kriminal

Buntut Salah Paham di Lokasi Pengajian, Kades Pakel Lumajang Dikeroyok Belasan Orang di Rumahnya

72
×

Buntut Salah Paham di Lokasi Pengajian, Kades Pakel Lumajang Dikeroyok Belasan Orang di Rumahnya

Share this article

LUMAJANG, AksenNews – Insiden pengeroyokan menimpa Sampurno, Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang. Meski sempat meminta maaf, korban tetap menjadi sasaran amuk massa yang mendatangi kediamannya pada Rabu (15/4/2026) siang.

​Peristiwa ini diduga dipicu oleh kesalahpahaman saat acara pengajian di kawasan Kecamatan Ranuyoso, Lumajang. Para pelaku merasa tersinggung dengan ucapan Kades Sampurno yang dianggap bernada marah saat acara berlangsung.

​Kasubsipenmas Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengonfirmasi bahwa pengeroyokan terjadi di rumah korban yang terletak di Dusun Sumber Mulyo, Desa Pakel. Berdasarkan kronologi, sekitar 15 orang datang menggunakan dua unit mobil dan beberapa sepeda motor.

​“Para pelaku diterima dengan baik oleh korban dan sempat mengobrol di teras rumah. Meski korban sudah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi, massa tetap melakukan penganiayaan,” ujar Ipda Suprapto.

​Akibat kejadian tersebut, Sampurno mengalami sejumlah luka di tubuhnya, termasuk luka akibat senjata tajam. Dalam keterangannya, Sampurno mengaku mengenal para pelaku yang datang. Ia memilih tidak melakukan perlawanan dan terus berupaya meredam situasi dengan meminta maaf saat kejadian berlangsung.

​”Mungkin mereka tersinggung dengan insiden di lokasi pengajian. Saya anggap ini pelajaran bagi saya,” ungkap Sampurno saat dimintai keterangan pasca-kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Lumajang masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya telah dikantongi. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib.

(Redaksi/AksenNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *