“Harapannya para penjual hewan qurban dapat lebih mengantisipasi adanya penyakit. Apalagi lalu lintas ternak juga sudah diperketat dengan surat keterangan sehat hewan,” tambahnya.
Di momen itu, Juni, salah satu pedagang ternak di Banjarmlati, mengaku hewan ternak yang dijual didatangkan dari Trenggalek. Selama perawatan, ternak yang dijualnya rutin diberi pakan ramban, air minum yang cukup, serta kebersihan kandang terus dijaga.
Jika terdapat ternak sakit, dirinya segera memanggil dokter hewan terdekat. Menurut penuturannya, tahun ini terjadi peningkatan permintaan hewan meski harga jual justru sedikit menurun dibandingkan tahun lalu.
“Harga hewan mulai Rp 2,7 juta sampai Rp 4 juta. Semoga hewan-hewan di sini sehat-sehat semuanya supaya bisa dibuat qurban dan dagingnya bisa aman dikonsumsi,” pungkasnya.











