ASN (Aparatur Sipil Negara)Berita

Satu Tahun Kepemimpinan Vinanda-Gus Qowim: Fokus Akselerasi Strategi Pengentasan Kemiskinan

261
×

Satu Tahun Kepemimpinan Vinanda-Gus Qowim: Fokus Akselerasi Strategi Pengentasan Kemiskinan

Share this article

AKSENNEWS KOTA KEDIRI – Duet kepemimpinan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dan Wakil Wali Kota, Qowimuddin (Gus Qowim), genap memasuki usia satu tahun. Momentum tersebut diperingati melalui apel pagi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri pada Senin (23/2/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali tersebut menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekedar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk memacu kinerja di tahun kedua. Ia mengapresiasi loyalitas dan soliditas seluruh perangkat daerah yang telah bersinergi sejak pelantikan mereka pada 20 Februari tahun lalu.

“Tidak terasa sudah setahun kami menjalankan amanah. Percepatan sudah kita lakukan di berbagai sektor, namun saya minta jangan cepat puas. Tantangan ke depan masih banyak,” tegas Vinanda di hadapan peserta apel.

Memasuki tahun kedua masa jabatan, Pemerintah Kota Kediri akan menitikberatkan kebijakan pada penurunan angka kemiskinan.

Vinanda memaparkan tiga strategi besar (tiga jurus) yang akan menjadi kompas pembangunan ke depan:

  1. * Penguatan Layanan Dasar: Menjadikan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi utama. Pemerintah berkomitmen menjamin kemudahan akses dan mutu layanan yang merata bagi seluruh lapisan warga melalui kolaborasi lintas sektor.
  2. * Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Memacu sektor UMKM dan ekonomi kreatif melalui pelatihan, pendampingan, serta perluasan akses pasar. Salah satu instrumen yang diunggulkan adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai wadah produk lokal. Vinanda menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut serta membina UMKM agar mampu “naik kelas”.
  3. * Proteksi Sosial dan Infrastruktur Rakyat: Melanjutkan intervensi langsung seperti bansos, jaminan kesehatan, beasiswa pendidikan, hingga rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan infrastruktur diarahkan agar manfaatnya bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat bawah.

Menutup arahannya, Mbak Wali mengingatkan pentingnya aspek presisi dalam tata kelola pemerintahan. Ia menekankan bahwa setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga realisasi anggaran, harus memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat guna, dan tepat manfaat.

“Menurunkan kemiskinan butuh gotong royong semua pihak. Kalau ingin Kota Kediri maju, kita harus kompak,” tandasnya.

Peringatan satu tahun ini menjadi titik tolak bagi Pemkot Kediri untuk bekerja lebih keras dalam mewujudkan visi kota yang lebih sejahtera dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *