DENPASAR, BALI ( Aksennews.com ) —– Kabar duka datang dari belantika musik etnik dan komunitas masyarakat Batak di Pulau Dewata. Mario Jackrisen Hutabarat, salah satu musisi dan penyanyi Batak senior yang telah lama berkarier di Bali, meninggal dunia pada usia 57 tahun di RSUD Bali Mandara, Denpasar Selatan (Densel), Bali, Senin (1/6/2026) malam WITA.
Kepergian sosok yang dikenal memiliki suara emas dan dedikasi tinggi dalam melestarikan lagu-lagu daerah ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para penggemarnya di Bali maupun di tanah kelahirannya.
Selama bertahun-tahun merantau di Bali, Mario Jackrisen Hutabarat dikenal aktif (Trio Lamtudos/New Lamtudos Trio) menghibur dan menghidupkan suasana di berbagai acara adat, komunitas, hingga panggung-panggung hiburan malam di kawasan pariwisata Bali. Pria berusia 57 tahun ini dinilai berhasil membawa warna musik Batak tetap hidup dan eksis, sekaligus menjadi jembatan silaturahmi bagi warga perantauan Sumatra Utara di Pulau Dewata.

Salah seorang rekan sesama musisi (Mico DJ) di organisasi PARBALI (Persatuan Artis Batak Bali) mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum.
“Beliau bukan hanya sekadar penyanyi, tapi juga mentor dan sosok abang yang selalu merangkul adik-adiknya sesama perantau. Suara karakter dan pembawaannya di panggung tidak akan pernah bisa tergantikan,” ujarnya.
Jenazah almarhum disemayamkan oleh pihak keluarga di Rumah Duka RSAD Udayana-Sudirman, Denpasar Barat (Denbar), Bali, beserta pihak Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih Denpasar telah dilaksanakan Ibadah Penghiburan pada Rabu (3/6/2026) petang WITA. Prosesi Ibadah Penghormatan Terakhir dilaksanakan di persemayaman terakhirnya (Pemakaman Kristen Taman Mumbul, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali), Kamis (4/6/2026) siang WITA.

Segenap kerabat, sahabat, dan seluruh komunitas masyarakat Batak di Bali turut menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah serta karya-karya indah yang telah ditinggalkan almarhum Mario Jackrisen Hutabarat mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa (TYME), dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Sekilas keikutsertaan almarhum di beberapa Ormas (Organisasi Kemasyarakatan) atau Organisasi jenis lainnya di Bali:
1. Laskar Bali Shanti Korlap Badak Agung (Team 45) Tahun 2004 s.d. 2015, eks anggota;
2. DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PBB (Pemuda Batak Bersatu) Provinsi Bali Tahun 2020 s.d. 2022, eks Wakil Ketua II DPD PBB Provinsi Bali;
3. PARBALI (Persatuan Artis Batak Bali) Tahun 2016 s.d. 2026 (tutup usia).
Redpel Aksennews Bali-Lombok: JR77






















