BeritaBerita DaerahEdukasi Masyarakat

Haul Eksklusif Gus Miek ke-34 dan Nyai Hj Lilik Suyati ke-7 : Kutip Pesan Bung Karno, Mbah Gus Robert Ajak Jamaah Rencanakan Masa Depan Akhirat

65
×

Haul Eksklusif Gus Miek ke-34 dan Nyai Hj Lilik Suyati ke-7 : Kutip Pesan Bung Karno, Mbah Gus Robert Ajak Jamaah Rencanakan Masa Depan Akhirat

Share this article

Setelah mengetahui bahwa sosok tersebut adalah sahabat karib Rasulullah SAW, Allah SWT langsung mengalirkan rasa takut dan penyesalan ke dalam hati Zadzan. Pemusik itu seketika membuang alat musiknya, lalu berlari memeluk Abdullah bin Mas’ud sambil menangis tersedu-sedu.

Sambil ikut menangis, Abdullah bin Mas’ud kemudian berkata, “Bagaimana aku tidak senang kepada orang yang disenangi oleh Allah?” Sejak momentum tersebut, Zadzan bertobat total dan mengangkat diri menjadi murid setia sahabat Abdullah bin Mas’ud.

Menjelang akhir tausiyahnya, Mbah Gus Robert memberikan refleksi mendalam mengenai hakikat kehidupan. Ia menyentil kecenderungan manusia modern yang teramat sering merencanakan masa depan jangka panjang untuk urusan duniawi, namun abai terhadap masa depan akhirat yang kekal.

Secara manusiawi, ia menilai wajar jika manusia berpikir keras untuk masa depan dunianya, tetapi ia mengingatkan agar porsi pemikiran untuk akhirat tidak boleh dilupakan. Dalam konteks ini, ia mengutip kata-kata bijak Bung Karno mengenai pentingnya belajar dari sejarah.

“Saya teringat pada kata-kata bijak Bung Karno: ‘Janganlah melihat masa depan dengan mata buta, masa lampau berguna sekali menjadi kaca benggala daripada masa yang akan datang.’ Nah, kalau panjenengan semua, tetap harus mendahulukan memikirkan dan merencanakan masa depan untuk akhirat,” pesan Mbah Gus Robert.

Menutup tausiyahnya yang sarat akan makna spiritual, Mbah Gus Robert mengajak seluruh jamaah untuk menanamkan keyakinan seyakin-yakinnya bahwa akhirat adalah tujuan akhir yang sesungguhnya, karena di sanalah manusia akan menjalani kehidupan yang abadi tanpa batas waktu.

Acara haul eksklusif yang berlangsung khidmat ini berjalan dengan tertib hingga usai, mencerminkan kuatnya tali silaturahmi dan spiritualitas yang terus terjaga di kalangan jamaah Dzikrul Ghofilin dan Semaan Al-Qur’an Moloekatan.

Writer: Bimo GunawanEditor: Redaktur AksenNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *