Kediri || AksenNews – Menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 H, semangat berbagi dan pengabdian mulai terasa di Kota Kediri. Bagi Anda warga Karesidenan Kediri yang tengah mempersiapkan perlengkapan penyembelihan, kini saatnya memastikan alat yang digunakan benar-benar tajam dan layak guna.
Komunitas penggemar pisau, Indonesian Blade Chapter Kediri, kembali menunjukkan dedikasinya dengan membuka layanan asah pisau qurban secara cuma-cuma alias gratis. Bertempat di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, aksi sosial ini merupakan kolaborasi tahun keempat yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat sekaligus memuliakan hewan qurban sesuai syariat.
Kegiatan tahun ini diprediksi akan menyedot perhatian ribuan warga. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu, terdapat sekitar ribuan pisau yang berhasil diasah hanya dalam waktu empat hari.
Firzal Alkala, anggota Indonesian Blade Chapter Kediri, menjelaskan bahwa tahun ini durasi kegiatan diperpanjang menjadi satu minggu penuh, yakni mulai 20 hingga 26 Mei 2026 (H-1 Idul Adha).
“Acara ini di kemas satu event dua panitia, artinya ada panitia dari pondok pesantren dan ada panitia dari komunitas Indonesian Blade berkolaborasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Firzal, “Kami melihat masih banyak proses penyembelihan di masyarakat yang menggunakan pisau kurang tajam. Hal ini tentu kasihan pada hewan qurbannya. Karena itu, kami hadir untuk membantu menajamkan pisau sesuai standar profesional.”
Dikatakannya, para pengasah yang terlibat merupakan tenaga ahli profesional dari wilayah Kediri, Tulungagung, Nganjuk, hingga Blitar. Mereka akan bersiaga secara bergantian mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.
“Organisasi Indonesian Blade kami ini sudah terdaftar di Kemenkumham, dan Insyaallah dalam satu hari nantinya bisa kita selesaikan 100 – 200 pisau, bahkan lebih,” imbuhnya.
Masyarakat dipersilakan membawa berbagai jenis pisau, mulai dari pisau sembelih, pisau kuliti, hingga pisau potong daging. Agung, selaku Ketua Panitia Sementara, menegaskan bahwa tidak ada batasan kuota dalam layanan ini.
“Pendaftaran dilakukan secara on the spot, di lokasi. Kami berharap jumlah partisipan tahun ini bisa lebih banyak agar manfaatnya dirasakan luas oleh warga sekitar maupun para santri pondok Lirboyo ini,” jelas Agung.
Selain jasa asah, komunitas ini juga membuka pintu bagi warga yang ingin berkonsultasi atau belajar cara mengasah pisau dan teknik penyembelihan yang benar sesuai tuntunan agama Islam.
Dukungan Penuh dari Ponpes Lirboyo
Inisiatif ini mendapat apresiasi tinggi dari keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo. Perwakilan pesantren, KH. Badrul Huda Zainal Abidin, menyatakan bahwa kehadiran teman-teman Indonesian Blade sangat membantu, terutama dalam mendukung kelancaran ibadah qurban di lingkungan pondok dan warga sekitar.











